Keutamaan Membaca Al-Qur'an

ان الذين يتلون كتب الله واقاموالصلوة وانفقوا مما رزقنهم سراوعلا نية يرجون تجارة لن تبور ليوفيهم اجورهم ويزيدهم من فضله انه غفور شكورArtinya: '' Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab Allah, mendirikan shalat, dan membelanjakan sebagian rizki yang kami berikan pada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan.

Tata Cara Shalat Bisa khusuk

ان العبد ليصلي الصلاة لايكتب له نصفها ولاثلثها ولاربعها ولاخمسها ولاسدسها ولاعشرها.''Sesungguhnya ada orang hamba yang shalat kemudian tidak tertulis baginya separuhnya,tidak juga sepertiganya, tidak juga seperempatnya, tidak seperlimanya, seperenamnya, tidak pula sepersepuluhnya..

Tata Cara Shalat Duduk

Ingatlah sehat, sebebelum datang sakitmu, karena sakit datangnya tidak bisa diperediksi. Ketika sakit datang, banyak hal yang berantakan rutinitas keseharian, pekerjaan, dan aktifitas spiritual keagamaan, di antaranya shalat lima waktu..

Tata Cara Mencetak Anak Shaleh Dan Shalehah

Semua orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang berguna, berbakti kepada orang tua, agama dan bangsa. Namun, keinginan tampa upaya adalah angan-angan kosong. Untuk itu, di sini kami akan merangkum...

Hukum Darah Jerawat

Keinginan memencet jerawat seperti halnya keinginan untuk menggaruk rasa gatal. Biasanya, setelah jerawat dipencet, maka akan keluar darah dari dalamnya.S. Lantas bagaimanakah hukumnya darah akibat luka atau darah jerawat yang sengaja dipijat?

Sunday, 20 November 2016

Kisah Surga Dan Neraka Kekal

Kisah Surga Dan Neraka Kekal, sampai saat ini keberadaan keduanya tetap dilingkupi mesteri. Apakah diluar alam ini, atau masih dalam lingkungan dunia saat ini, tetapi dalam dimensi yang berbeda? Wallahu a'lam.
Hal yang menjadi tolak ukur dalam keimanan seseorang adalah, memprcayai hal-hal ghaib yang diberitakan oleh Rasulullah melaui wahyu, termasuk keberadaan surga dan neraka. Keduanya, diberitakan sabagai titik tolak ukur dari perbuatan manusia dan bangsa jin semasa hidup didunia, baik yang berisfat pahala maupun dosa. Akan tetapi, mengenai keduanya tetap menjadi misteri, khususnya apakah nantinya keduanya jugak rusak ketika hari kiamat?.
Kisah Surga Dan Neraka Kekal
Pertanyaan ini sering mengelinding di beberapa forum, khususnya di pengajian IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri). Hal ini seiring dengan adanya ayat pada Surah al-Qasahash ayat 88, yang menyebutkan bahwa semua bahwa semua sesuatu akan rusak kecuali Dzat Allah SWT. Arti didalam ayat tersebut Demikian: ''Janganlah kamu sembah disamping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Baginyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan''. Juga pada surah ar-Rahman ayat 26-27 yang artinya: ''Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan''.

Surga dan neraka merupakan tempat balasan bagi bangsa jin dan manusia. Sampai saat ini, keberadaan keduanya tetap dilingkupi misteri. Apakah diluar alam dunia ini,atau masih dalam dimensi yang berbeda? Wallahu a'lam. Yang jelas kedunya harus diyakini keberadaanya, dan semua agama menyakini keduanya.

Apakah keduanya akan rusak pula, sesuai dengan informasi ayat di atas?. Dalam pandangan Ahlussunnah keduanya kekal, seiring kekalnya ruh manusia dan jin. Lantas bagaimana untuk menjelaskan kekalnya surga dan neraka?. Hal yang bisa dijelaskan pertama adalah, bahwa Allah memiliki kekuasaan penuh atas segala ciptaannya, termasuk keduanya. Di sisi lain Allah juga memiliki sifat jaiz yang dapat melakukan dan meninggalkan segala hal yang mungkin terjadi (Fi'lu mumkinin au tarkuhu).
Kisah Surga Dan Neraka Kekal
Sementara kekekalan surga dan neraka adalah yang mungkin terjadi, dan itu memang sesuai yang dikehendaki oleh Allah. Hal ini jika dikorelasikan dengan dengan beberapa ayat yan g menginformasikan bahwa penduduk surga dan neraka akan kekal (khalidin). beberapa ayat yang dimaksud diantaranya adalah: Surah Ali Imran ayat 15,136, dan 198. yang berbunyi:

أولئك جزاؤهم مغفرة من ربهم وجنات تجري من تحتها الانهار خالدين فيها ونعم اجر العالمين
Yang artinya: ''Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan suraga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal''. (Ali Imran [3]: 136).

Penjelasan kedua, semua ayat yang menjelaskan bahwa semua mahluk akan rusak kecuali Dzat Allah tidak bersifat mutlak. Artinya, ada beberapa mahluk yang memang dikekalkan oleha Allah. Dalam hal ini beberapa mufassir menjelaskan bahwa ada delapan mahluk yang dikecualikan dari ayat diatas. sebagaimana yang telah dikutip oleh ash-Shawi, as-Suyuthi menyebut kedelapan mahluk tersebut dalam bentuk nazham semuanya adalah: al-Arsy, al-Kursiy, an-Nar, al-Jannah, al-Ajab, al-Arwah, al-Lauh al-Mahfudz, dan al-Qolam.

Baca Juga: Kisah Api Dalam Kuburan.
                    Ceria Abu Hurairah.

Penjelasan ketiga, surga dan neraka merupakan balasan dari Allah di akhirat, terutama bagi mereka yang beriman. Sebab, balasan di dunia tidak sepadan dengan apa yang di lakukan di dunia.
Sebagaimana di sebutkan Ibnu 'Athaillah as-Sakandari dalam al-Hikamnya, Allah menciptakan alam akhirat sebagai balasan bagi hmba-hambanya yang beriman karena alam dunia tidak cukup untuk membalas keagungan amal mereka di alam yang tidak kekal (la baqa'a laha).

Dalam Syarah  al-Hikam disebutkan, setidaknya ada dua alasan mengenainya. Pertama alam dunia yang juga mengandung nikmat tidak cukup untuk diberikan kepada orang-orang yang beriman, karena kenikmatan dunia bersifat sementara. Allah ingin memberikan mereka lebih dari itu semua dengan kenikmatan yang berlipat ganda dari kenikmatan dunia. Kedua alam dunia tidak bersifat kekal tidak pantas untuk dijadikan imbalan bagi orang yang memiliki derajat tinggi, seperti orang-orang yang beriman, sebab, semuanya akan sirna, meskipun lama tidak akan terasa nikmat dibandingkan dengan kekekalan itu sendiri. Tentunya, hukum sebaliknya terjadi bagi orang-orang kafir, yakni tidak beriman. Siksa berupa kekafirannya di dunia tidak cukup sebagai balasan. Adapun kekekalan di neraka adalah hal yang paling pantas diterima atas keingkaran untuk beriman.

Dengan demikian, ada titik kesimpulan bahwa surga dan neraka akan kekal. Akan tetapi kekekalan keduanya berikut yang lain berbeda dengan kekelannya Allah. Jika Allah memang kekal secara Dzatiyah dan itu bersifat wajib dan tidak akan mungkin terjadi kerusakannya, sedangkan kekekalan keduanya dilingkupi oleh kehendak Allah, dan bersifat Jaiz. Allah SWT sengaja mengekkalkan keduanya untuk tujuan memberikan balasan bagi hambanya yang beriman dan kufur, disamping tujuan pasti hanya diketahui oleh Allah.
Karena sengaja dikekalkan, dan itu bersifat mungkin terjadi (jaiz), Maka bisa mungkin Allah menghendaki rusak terhadap keduanya, seperti mahluk lainnya. Sebab itu juga sesuai dengan ketentuan bahwa Allah memiliki hak preogratif untuk melakukan hal tu, sesuai dengan sifat jaiz yang dimilik-Nya. Hanya saja, hal demikian informasinya tidak sebanding, atau jika tidak kita katakan tidak ada, dengan ayat-ayat yang menjelaskan keduanya memang sengaja dikekalkan, sebagaimana ruh manusia yang memang sengaja dikekalkan. Wallahu a'lam.


    Kiranya cukup sampai disini Kisah Surga Dan Neraka Kekal, semuga kita dapat mengambil faidahnya, dan semuga pengarangnya selalu sehat dan tetap dalam lindungan yang maha kuasa. Amin Ya Robbal Alamin.

                                                                                                                                   BULETIN Sidogiri

Thursday, 17 November 2016

Do'a Muhabbah Untuk Memikat Hati Wanita Atau Laki-Laki Yang Akan Dikawini

Do'a Muhabbah Untuk Memikat Hati Wanita Atau Laki-Laki Yang Akan Dikawini. Dan muhabbah ini sangat manjur apabila diamalkan dengan hati yang tulus dan orang yang di muhaabahkan benar-benar akan dikawini, sehingga orang wanita atau laki-laki tersebut benar-benar mencintainya dengan setulus hatinya.

Do'a Muhabbah Untuk Memikat Hati Wanita Atau Laki-Laki Yang Akan Dikawini
Adapun cara-cara mengamalkannya Adalah:
Berpuasa pada hari kamis , kemudian pada malamnya (malam jum'at) sekitar jam 3 malam kalian harus bangun untuk menerjakan shalat 2 rakaat (shalat hajat). Pada rakaat yang pertam setelah membaca surah al-Fatihah membaca surah Alam Nasyrah (surah al-Insyirah), kemudain paada rakaat yang kedua setelah membaca surah al-Fatiha dilanjutkan dengan membaca surah Al-Kautsar (Inna a'Thainakal Kaustar) . Setelah selesai shalat (setelah salam) dilanjutkan dengan membaca do'a dibawah ini sebanyak 7 kali.

Dibawah ini yang titik-titik pertama isi nama orang yang dituju laki atau perempuan, titik-titik yang kadua isi nama orang tuanya. Kalau yang dituju laki-laki, maka pakek (ه), jikalau perempuan pakek (ها)
Berikut do'anya:
اللهم يارب انت حسبي على فلانة....... بنت فلانة......... عطف قلبها (قلبه) علي وسخرلي قلبها (قلبه) وذللها لي وحببني اليها (اليه) حتى تأتي الي خاضعة ذليلة من غير مهلة واشغلها (واشغله) بمحبتي انك على كل شيء قدير

Artinya ''Wahai Allah, wahai Tuhanku, Engkaulah yang mencukupi kepadaku Fulanah atau Fulan binti Fulanah atau Fulan (sebut nama orang wanita atau laki-laki Beserta orang tuanya), cendrungkanlah hatinya kepadaku dan paksakanlah hatinya untukku, serta dan kasinilah ia untukku dan cintakanlah aku aku kepadanya sehingga ia datang kepadaku dengan sopan dan menaruh balas tanpa menunda-nunda. Dan sibukanlah ia datang mencintaiku. Sesungguhnya  Engkau maha kuasa atas segala sesuatu".

                    Do'a  Kasih Sayang Dalam Makanan/Minuman

Pesan:
Mahabbah ini sangat ampuh untuk memikat hati seorang wanita yang akan dikawininya, sehingga wanita itu benar-benar mencintainya dengan setulus hatinya. Oleh karena itu apa bila kalian mengamalkannya satu kali tidak sukses, cobalah kedua kalinya Insya Allah pasti sukses amin.

Kiranya cukup sampai disini semuga  artikel kami yang berjudul Do'a Muhabbah Untuk Memikat Hati Wanita Atau Laki-Laki Yang Akan Dikawini bermanfaat bagi kita, dan semoga kita lekas diberi calon istri yang shalehah oleh Allah Subhanahu Wataala. Amin Ya Robbal Alamin.
 

Tuesday, 15 November 2016

Do'a Muhabbah/Kasih Sayang Dalam Makanan/Minuman

Allah Subhanahu Watala, berfirman dalam surah al-Baqaroh dan surah al-Mukmin yang berbunyi: ''Aku perkenankan do'a orang-orang, apabila dia berdo'a pada-Ku. Berdo'alah pada-Ku, niscaya Aku perkenankan do'amu''. Do'a Muhabbah/Kasih Sayang Dalam Makanan/Minuman ini Sangat manjur atau mujarab apabila anda menginginkan istri atau suaminya benar-benar mencintai anda, maka ikutilah cara-cara dibawah berikut.
Do'a Muhabbah/Kasih Sayang Dalam Makanan/Minuman

Cara-cara mengamalkannya adalah:
1. Suci/punya udwu'.
2. Menghadapkiblat.
3. Khusyuk.
4. Yakin sepenuhnya bahwa muhabbah ini pasti dikabulkan.
5. Membaca ''Bismillahir Rohmanir Rohim'' sebanyak 333 kali.
6. Membaca Do'a dibawah ini sebanyak 7 kali, setelah itu hembuskan kedalam makanan atau minuman, lalu berikan pada sang istri atau suami agar dimakan/diminum.

Baca Juga: Do'a Agar Dicintai Orang Banyak

Insya Allah dalam waktu dekat ia akan menaruh rasa cinta kepada anda dengan setulus hatinya, sehingga ia tidak menghiraukan godaan-godaan orang lain. Oleh karena itu amalan atau do'a ini sangat cocok di amalkan bagi orang laki-laki atau perempuan yang hubungannya tidak rukun dengan keluarganya.

Berikut do'anya:
فروح وريحان وجنة نعيم فمن شاء ذكره في صحف مكرمة مرفوعة مطهرة بايدي سفرة كرام بررة. قل انكنتم تحبون الله فتبعوني يحببكم الله ويغفرلكم ذنوبكم والله غفورالرحيم. ولاحول ولاقوة الاباالله العلي العظيم. والحمد لله رب العالمين

Artinya: ''Maka dia memperoleh keberuntungan dan memperoleh rizqi serta kenikmatan. Maka barang siapa yang menhendaki, tentunya ia memperhaatikannya, didalam kitab-kitab yang dimulyakan, yang ditinggikan lagi disucikan ditangannya para penulis/utusan, yang mulia lagi berbakti. Katakanlah jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah maha pengampun lagi maha penyanyang. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Tinggi lagi maha Agung. Segala puji  bagi Allah Tuhan semesta alam".

 Pesan:
Janganlah engkau patah semangat, teruslah berusaha dan berdo'a, karena Allah suatu saat pasti akan mengabulkan do'a kalian atau sesuatu yang pinta oleh kalia semua.

Kiranya cukupup sampai disini saja seemuga dengan adanya Do'a Muhabbah/Kasih Sayang Dalam Makanan/Minuman ini, keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Amin Ya Robbal Alamin.
 

Saturday, 12 November 2016

Mengapa Kita Berzikir Dan Membaca Surah Yasin Untuk Orang Mati?

Mengapa Kita Berzikir Dan Membaca Surah Yasin Untuk Orang Mati?, pada edisi sebelumnya kita mendapat inpormasi bahwa Imam Achmad bin Hanbal beralih pikiran dari inkar dan menerima dan menerima saat mengetahui apa yang diwasiatkan oleh Umar bin Khaththab, perihal berzikir untuk orang yang sudah meninggal dunia. Beliau juga berpesan agar membaca surah al-Fatihah, al-Muawwadzatain dan Qul Huawa Allahu Ahad saat berziarah kubur.
Beberapa dalil selain itu, munkin bisa dinilai cukup sebagai pedoman untuk berzikir yang pahalanya dikirimkan kekeluarga, teman dan orang-orang terdekat yang telah meninggal  dunia.
Mengapa Kita Berzikir Dan Membaca Surah Yasin Untuk Orang Mati?

Hal lain yang bisa dijadikan dasar untuk mengirimkan pahala bacaan kepada keluarga atau teman yang meninggal adalah Hadis yang menceritakan bahwa Rasulullah suatu saat berjalan bersama sejumlah shahabat dan menemukan dua kuburan.
Saat itu Rasulullah bersaba kepada para shahabatnya, ''Kedua penghuni makam ini sesungguhnya sedang  disiksa dan keduanya disiksa bukan karena telah melakukan dosa besar. Adapun salah satunya adalah tidak bersuci dari kencingnya, sedangkan yang satunya karena suka mengaadu domba''. Kemudian Rasulullah mengambil sepotong pelepah kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua, lalu membenamkannya pada setiap makam.
Para shahabat bertanya pada Rosullah, ''Wahai Rasulullah mengapa engkau melakukan hal ini?''. Rasulullah menjawab, ''Sesungguhnya Allah meringankan siksaan keduanya selama kedua prlepah kurma tersebut sebelum kering'' (HR Ibnu Majah).

Dari kejadian ini para ulama memformolasikan tentang hukum sampainya pahala do'a dan di zikir kepada orang telah meninggal. Imam Qurtubi menyatakan, jika kedua penghuni makam tersebut dapat di ringankan siksanya karena tasbih dari pelepah kurma yang masih basah, bagaimana dengan pengaruh bacaan Al-Quran orang mukmin di depan makam saudaranya? (Al-jami' li- Ahkamil-Qur'an, X/267).

Sanada dengan hal itu, Imam nawawi dalam mengomentari hadist ini,dalam Syarhun-Nawawi 'ala Shahih muslim mengatakan, ''Berdasarkan Hadis ini, para ulama menganjurkan kepada seseorang untuk membaca Al-Qur'an di seluruh makam. Sebab, logikanya pelapah kurma dapat meringankan siksa seseorang tentunya bacaan Al-Qur'an akan lebih utama.'' (Syarhun-Nawawi 'ala Shahih Muslim, III/202).

Dari itulah, ulama terdahulu kita mengajarkan untuk mengirimkan pahala bacaaan kepada orang yang telah meninggal. Pembacaan surah Yasin, tidak hanya di lakukan ketika menjelang tercabutnya ruh, melainkan setelah kematian saat melakukan ziarah kubur.
Dalam sebuah Hadist di sebutkan:
ااقْرَءُوا(يس) عَلَى مَوْتَاكُمْ   
''Bacakanlah (surah Yasin) kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian.'' (HR. Abu Dawud, dll).
Mengapa Kita Berzikir Dan Membaca Surah Yasin Untuk Orang Mati?
Dalam pandangan Ibnu Hibban dan lainnya, konteks Hadist ini memang di tujukan kepada orang yang akan meninggal. Menurut mereka, pemahaman ini didasari oleh Hadist yang di keluarkan oleh Ibnu Abid Dunya dan Ibnu Mardawaih yang berbunyai:
ما من ميت يقرأ عند رأسه سورة يس إلا هون الله عليه      
'' Setiap manyit yang di bacakan surah Yasin di sisi kepalanya Allah akan memudahkan (pencabutan ruh)-nya.''
Akan tetapi, para ulama yang memiliki kredibilitas keilmuan mendalam (muhaqqiq) mengatakan bahwa Hadist ini berlaku secara umum, baik untuk mereka yang sedang mengalami sakaratul maut, maupun yang sudah meninggal. (Al-Ajwibah al-Ghaliyah fi Aqidatul-Firqah an-Najiyah, 80). Termasuk juga, ulama priode akhir  (mutaakhkhirin) yang mengembalikan pada bentuk lahir Hadist ('ala mautakum), sehingga bisa di baca setelah matinya. 
Dari itu, sebagian ulama berpendapat bahwa atas dasar Hadist di atas, surah Yasin bisa di baca di kuburan manyit saaat ziarah kubur. Hal ini di dasari oleh Hadist riwayar Ibnu 'Adi dan lainnya yang berbuyi:
من زار قبر والديه أو أحدهما في كل جمعة فقرأ عندهما يس غفر له بعدد كل حرف منها 
'' Barang siapa yang berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya di setiap hari jum'at, lalu ia membaca surah Yasin di sisinya maka ia akan diampuni menurut hitungan huruf dari surah Yasin.'' (Mirqatul-Mafatih, V/336).

Di samping itu, ada sebuah Hadist dari Rasulullah yang menjelaskan adanya jaminan untuk mendapatkan ampunan bagi orang yang meninggal yang di shalati oleh tiga shaf jamaah.
Juga Hadist yang menjelaskan bahwa do'a orang yang menshalati mencapai 100 orang dan semuanya berdo'a untuknya, niscaya doa (syafaat) mereka untuknya diterima (HR. Muslim, an-Nasa'i dan Achmad). Mengetai hal ini, perlu kita pahami bahwa esensi shalat janazah adalah mendoakan mayat, didalamnya juga terdapat bacaan fatihah dan shalawat kepada baginda Rasulullah, yang berarti juga terdapat zikir.

Baca Juga: Hukum Ziarah Kubur

Dengan demikian, kemungkinan terbesar doa dan bacaaan bisa sampai ke mayat. Oleh karena itu majlis zikir bersam yang kita sebut dengan majlis tahlilan memiliki akar yang sangat kuat dari sudut dalil. Kita tidak perlu ragu dengan apa yang telah diajaarkan oleh para ulama terdahulu kita, hanya ada sekelompok orang yang menyatakan bahwa zikir atau tahlilan kepada mayat dianggap bid'ah. Asalkan kita tidak meyakini bahwa tahlilan itu wajib, dan kenyataanya memang demikian tidak ada yang perlu dipersoalkan. Terlebih lagi, melalui majlis tahlil kita dapat mendoakan keluarga kita yang meninggal, serta mengirimkan pahala zikir dan sedekah yang dijadikan jamuan kepada mereka yang  ada di alam sana.

Meskipun demikia, kita tidak boleh memungkiri bahwa sampainya pahala zikir kepada orang yang telah meninggal ini terjadi khilaf di tengah para ulama, khususnya dikalangan Syafiiyah. Akan tetapi, bukan berarti kita mengenyampingkan pendapat yang kontra, terlebih lagi jika di telisik lebih dalam perbedaaan mereka sebenarnya bisa disatukan melaui pemahaman yang baik. Untuk itu, sebagai pelengkap dari tulisan ini pada eidisi berikut akan disampaikan pandangan pro dan kontra atas sampainya pahala bacaan ke orang yang meninggal dari kalangan Syafiiyah. Tema dari sudut ini, mungkin saja telah masuk ranah fikih, tetapi tidak dipisah dari keyakinan sebagai orang yang menyakini ada kehidupan lain setelah kematian.

   Kiranya cukup sampai disi tentang Mengapa Kita Berzikir Dan Membaca Surah Yasin Untuk Orang Mati ini, semuga yang membaca dan pengarangnya selalu diberi kesehatan dan kelapangan dada serta ke suksesan dari dunia sampai akhirat. Amin Ya Robbal Alamin.

                                                                                               
                                                                                                                                   BULETIN Sidogiri

Wednesday, 9 November 2016

Hukum Menghadiri Walimah Tanpa Diundang

Hukum Menghadiri Walimah Tanpa Diundang. Walimah adalah sebuah nama untuk setiap undangan atau makanan yang dihidangkan karena mendapat kegembiraan atau lainnya. Dimasyrakat kita, kata walimah lebih sering diucapkan Ursy atau mantenan untuk yang lain bisa disebut selamatan atau lainnya. Inti dari walimah, sebagaimana dikatakan oleh al-Mawardi adalah menyediakan makanan dan mengundang orang-orang untuk menikmatinya.
Hukum Menghadiri Walimah Tanpa Diundang
   Dalam Islam setidaknya ada sepuluh jenis walimah sebagimana berikut:
1.  Al-Khurs yaitu walimah untuk keselamatan wanita bersalin.
2.  Aqiqah  yaitu walimah untuk anak di hari ketujuh.
3.  Al-khitan atau Al-I'dzar atau disebut pula walimah sunatan.
4.  Al-Milak yaitu walimah resepsi untuk akad nikah.
5.  Al-Ursy setelah yaitu walimah dua mempelai melakukan hubungan intim (duhul) setelah pernikahan.
6.  Al-Hidzaq yaitu walimah untuk kecerdikan orang yang hafal al-Qur'an atau kitab agama lainnya.
7.  Al-Naqi'ah atau disebut dengan as-Safar yaitu walimah setelah tiba dari perjalanan yang jauh. Termasuk juga saat akan melakukan perjalanan yang tujuannya untuk meminta do'a kebaikan.
8.  Al-Wdimah  yaitu walimah untuk orang yang mendapat musibah dan kesusahan.
9.  Al-Wakirah yaitu walimah untuk bangunan rumah baru.
10.Al-Ma'dubah yaitu walimah tanpa sebab apa-apa.

   Dari semua jenis walimah diatas, hanya walimah Ursy yang wajib kita hadiri, selebihnya adalah sunah. Telah maklum dalam bab ini hukum menghadiri undangan wamah ursy (Ijabah al- Wadimah) dalam acara mantenan merupakan sebuah kewajiban menurut mayorita para ulama. Hukum ini didasari oleh sebuah Hadis: ''jika di antara kamu diundang dalam acara walimah, datamglah''.
   Walimah Ursy dalam konteks ini bukan berarti undangan dengan pembacaan dibaiyah dan lain sebagainya, seperti yang lumrah diiucapkan masyarakat. Menghadiri acara matenan yang didalamnya ada jamuan makanan, berarti telah menghadiri undangan walimah, karena terkait dengan penyediaan makanan. Ada persoalan yang sering muncul di tengah-tengah masyrakat dengan menghadiri walimah matenan tanpa tanpa di undang. Bagaimana dengan makanan yang disediakan ketika tidak diundang dalam resepsi pernikahan?.
   Di tengah-tengah masyrakat sering muncul dilema ketika ada saudara atau teman dekatnya menyelenggaran walimah sedangkan dirinya tidak diundang: mau datang tidak diundang , tidak datang merasa tidak enak sendiri. Namun kemudian, dalam kondisi demikian sering datang kelokasi acara, padahal makanan yang  ada disediakan untuk undangan, sementara dirinya tidak diundang.

   Dalam aturan fikih, jamuan makanan yang disediakan untuk para tamu diperbolehkan untuk dinikmati, tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada tuan rumah. Hal ini karena melihat kebiasaan yang sudah berlaku bahwa makanan yang disediakan memang untu dipersilahkan, Mestinya makanan yang sudah disediakan tidak boleh dimakan oleh hadirin yang tidak mendapat undangan, karena makanan tersebut memang hanya disediakan untuk para undangan.
   Menghadiri acara makanan tanpa melalui undangan dalam fikih bisa disebut tathafful. Bagi tathafful sebenarnya boleh menikmati hidangan makanan yang disediakan asal memiliki izin dari pemilik makanan. Inilah yang antara mendapatkan undangan dan yang tidak, yaitu adanya permintaan izin terlebih dahulu.
   Izin dalam masalah ini boleh dengan cara melihat tanda-tanda kerelaan dari pihak tuan rumah, seperti mempersilahkan langsung kepadanya. Kerelaan pihak penyelenggara juga bisa dilihat dari gelagat suka dan tidaknya kepada tathafful atau melihat keakraban hubungan antara diri dan penyelenggara sebelumnya, seperti hubungan persahabatan atau kecintaan penyelenggara kepada orang tersebut.
 
   Termasuk dalam konteks ini adalah wakil dari orang yang diundang. Perwakilan orang yang diundang kepada wakil, bisa dibilang sah. Namun persoalannya ia hanya sebatas wakil dalam menghadiri undangan, tidak sebagai kapasitas sebagai penikmat hidangan. Hal inilah yang mengharuskan kerelaan dari penyelenggara, maka dari itu penyelenggara diharapkan legowo jika kemudian dalam acara ada wakil dari orang yang diundang menikmati hidangan yang telah dipersiapkan. Hanya persoalannya kerelaan yang didasari atas dugaan seperti di atas harus tidak meleset, artinya penyelenggara betul-betul rela terhadap penikmatan hidangan. Jika kemudian meleset, maka orang yang tidak diundang tersebut wajib menganti makanan yang telah dinikmatinya. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih:
لاعبرة في الظن البين خطأه
   Artinya ''Dugaan yang jelas keliru, tidak dianggap''
Persoalan yang sama adalah dengan makanann yang disediakan untuk dibawa atau dalam bahasa jawa disebut berkat. Kerelaan dari penyelenggara juga menjadi catatan halal dan tidaknya makanan yang boleh dibawa oleh orang yang tidak diundang. Terlebih berkkat yang disediakan biasanya disesuaikan dengan hitungan undangan, jika ada pihak yang tidak terdapat dalam undangan masuk, tentu menyulitkan bagi penyelenggara.
   Hal juga masuk dalam kaitan jamuan makanan adalah hukum ibahah pada makanan. Bagi tamu baik dalam resepsi, walimah atau tamu seperti saat hari raya hanya diperkenankan untuk menikmati hidangan yang disediakan ditempat saja, tidak boleh dibawa pulang atau bahkan tidak boleh memberi pada orang lain jika memang disediakan untuk tamu. Terkecuali memang ada kerelaan dari tuan rumah.

Baca Juga: Hukumnya Suami Yang Hilang Dan Istrinya Kawin Lagi

   Hukum senada adalah memakan hidangan melebihi batas wajar. Sebenarnya tamu tidak boleh makan melebihi jatah yang disediakan dalam walimah atau resepsi pernikahan. Ia hanya boleh menikmati apa yang disediakan, seperti hanya satu piring nasi, tidak boleh melebihi batas itu, kecuali memang ada kerelaan dari pikah penyelengara.

   Intinya: Halal dan tidaknya makanan yang disediakan untuk dinikmati oleh tamu non undangan tergantung atas kerelaan penyelenggara acara. Dugaan kuat juga menjadi dasar atas halal dan tidaknya makanan, yang jika dugaan itu salah atau meleset ada kewajiban untuk mengganti makanan tersebut.

   Kesimpulan: Meskipun dalam adat masyrakat kita tampaknya sulit untuk tidak mendapat kerelaan atas hidangan yang disediakan untuk dinikmati oleh hadirin meski tidak mendapat undangan, tetapi ketentuan ini sangat penting untuk diperhatikan. Mengingat tidak semua orang memiliki karakter suka merelakan apa yang dimiliki untuk dinikmati oleh orang yang ia tidak menentukannya.

   Kiranya cukup sampai di sini saja tentang Hukum Menghadiri Walimah Tanpa Diundang ini, semuga dengan adanya artikel ini kalian bisa dapat mengambil hikmahnya dan semuga yang membaca artikel ini semua dosa-dosanya di ampuni oleh Allah SWT, terutama semua orang tua kalian yang telah meninggal. dan semuga yang mengarangnya selalu diberi ketabahan oleh Allah SWT dan sukse di dunia sampai akhirat. Amin Ya Robbal Alamin.


                                                                                                                 BULETIN Sidogiri  

Tuesday, 25 October 2016

Hukum Janazah Dalam Peti Mati Dan Mayat Kecelakaan

Ada seorang meninggal dan waktu dia meninggal berada diperantauan dan mereka meninggal disebabkan fenomena kompor gas yang meletus atau kecelakaan lalu lintas. Mayat-mayat dari korban tersebut berada dalam ujud yang mengenaskan (anggota tubuhnya tidak berkulit). Ia dibawa pulang oleh keluarganya ketempat aslinya dalam keadaan sudah berada dalam peti mati. Adakalanya ia berasal dari rumah sakit, dalam negeri, atau luar negeri. Sedangkan kematiannya ada yang baru sehari, dua hari, seminggu, atau beberapa minggu.
Hukum Janazah Dalam Peti Mati Dan Mayat Kecakaan
Pertanyaannya adalah 5
1. Apkah wajib membuka peti mati untutuk melihat posisi mayat?.

2. Apakah wajib kita melakukan tajhiz (memandikan dan mengkafani). Bagaimana jika mayat tersebut telah berubah (membusuk).

 3. Jika mayat itu sebelum meninggal sering menceritakan bahwa pekerjaannya merawat anjing, apakah diperlukan cara khusus untuk memandikannya?.

4. Sahkah menshalati mayat dalam keadaan posisi si mayat di dalam peti dengan tanpa dibuka?.

5. Bagaimana cara mensucikan mayat yang tidak mungkin dimandikan namun bila ditayammumi debu akan melekat pada anggota tubuh yang telah mengelupas?.

Baca Juga: Cara Memandikan mayat (janazah)

Jawaban
1. Wajib hukumnya membuka peti mati dalam rangka menjalankan kewajiban menghadapkan mayat ke arah kiblat, kecuali apabila posisi mayat tersebut sudah dipastikan dalam keadaan menghadap kiblat ketika di masukan kedalam liang lahad.

2. Apabila keadaan mayat menunjukkan sudah dimandikan, seperti sudah bersih dan di kafani, maka dari pihak keluarganya mayat tidak wajib memandikan dan mengkafani ulang.

3. Apabila mayat itu diyakini belum disucikan dari najis muhgallazhah-nya, maka harus disucikan. Apabila mayat tersebut diyakini pernah bersentuhan dengan najis mughallazhah akan tetapi ada kemungkinan sudah disucikan dengan benar, maka hukumnya tidak wajib mensucikan mayat dari najis mughallazhah tersebut.

4. Menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi'i apabila dishalatkan di dalam masjid hukumnya sah meski petinya dipaku. Apabila diluar masjid hukumnya tidak sah bila dipaku.

5. Hukumnya wajiib ditayammumi dengan ketentuan:  a) Tidak ada yang mencegah keabsahan tayammum, seperti darah.  b) Tidak mungkin dikeringkan.  والله اعلم بالصواب


   Kiranya cukup sampai disini tentang Hukum Janazah Dalam Peti Mati Dan Mayat Kecelakaan ini Semuga kita bisa mengamalkannya, dan tidak tidak putus didalam mengharap rahmat dari Allah SWT. Semuga dosa kita di ampuni oleh Allah SWT, terutama bagi pengarangnya atau penulisnya. Amin Ya Robbal Alamin.

Monday, 24 October 2016

Berhati Salju Bersuara Merdu

Bilal bin Rabah (muazdin Rasulullah) ia Berhati Salju Bersuara Merdu yang mengumandangkan azdan dalam islam. Shabat pertama yang memeluk agama islam dari kalangan sahaya. aShabat pertama menaiki ka'bah dan mengumandangkan azdan diatasnya. Shabat yang mempunyai suara yang sangat merdu dengan suaranya membuat shabat-shabat Nabi Muhammad SAW menangis.
   Ia adalah seorang budak hitam asal habasyah, ethiopia, yang lahir sekitar tahun 34 sebelum hijriah, sedangkan ayahnya bernama rabah, dan ibunya bernama hamamah.
Berhati Salju Bersuara Merdu
Si Hitam yang Berhati Salju
   Bilal tumbuh besar dikota makkah. Ia adalah budak milik Bani Abdil Bar yang kemudian diwasiatkan kepada salah satu pemuka kafir quraisy makkah, Umayyah bin Khalaf. bilal adalah shabat Nabi yang terkenal akan keteguhan pendirian, ketulusan hati, dan kebersihan jati diri. Didalam diri bilal terdapat cahaya islam. Oleh karenanya, ketika udara islam berhembus dan bilal merasakannya, maka dengan mantap hati bilal memeluk agama islam.
   Bilal memiliki pendirian yang sangat kuat. meski bahaya didepannya menghadang, ia selalu mantap terhadap pilihannya. Ia tidak menghiraukan bahaya yang menimpanya yang ada dalam hatinya hanyalah Allah, Allah, dan Allah SWT.
   Oleh karena kekokohan pendiriannya, setiap kali Umayyah bin Khalaf (majiakan bilal) menyiksanya dengan beberapa macam siksaan, dari siksaan dengan cambuk hingga tindihan cambuk dibawah terik mata hari padang pasir.
   Disatu saat pernah orang-orang kafir makkah memaksa bilal untuk mengatakan tuhan Lata dan Uzza, namun yang dikatakan bilal tidak seperti yang mereka harapkan. ''Lisanku tidak dapat mengucapkannya'', begitu jawaban bilal. Sehingga jwaban ini membuat siksaan yang diterimanya semakin parah. Namun bilal tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Lisannya hanya bisa mengatakan ''Ahad (Allah Maha Esa) dan seterusnya.
   Bilal dengan sabar menerima ketetapan Allah SWT yang berupa siksaan ini dengan hati lapang. Tidak keluh-kesah dari lisannya. Pernah pula Umayyah bin Khalaf mengikat lehernya kemudian diserahkan kepada anak-anak untuk dibawa berkeliling perkampungan makkah.

Bayang-bayang Rasulullah SAW
   Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah kekota madinah, bilal ikut berhijrah. Pdahal bilah begitu cinta terhadap makkah. meski makkah menjadi saksi atas penyiksaan dirinya, makkah telah menjadi medannya sejak kecil, makkah telah menjadi dari bagian hidupnya.
   Bilal memilih menjadi pelayan Allah dengan melayani Rasulullah di madinah. Ia senantiasa mengikuti Nabi Muhammad SAW kemanapun Beliau pergi. Ia shalat bersama Nabi, berperang bersamanya dan apa yang dikerjakan oleh Nabi ia juga mengerjakannya. Seolah-olah bilal menjadi bayangan-banyangan Nabi. Ia selalu mengikuti dan meniru tidak-tanduk sang junjungan Nabi Muhammad SAW.

Muazdin Rasulullah
   Pada tahun pertam Hijriah umat islam memulai membangun masjid di madinah yaitu masjid nabawi. Ketika pembangunan masjid selesai. Shabat (juga Nabi) tidak menemukan cara untuk memberitahukan bahwa waktu shalat telat tiba.
   Kemudian Abdullah bin Zaid al-Anshori menemui Nabi Muhammad dan menceritakan perihal yang di alaminya. ''Ketika (aku) diantara terlelap dan terjaga, tiba-tiba ada seseorang yang mengajariku lafazd-lafazd adzan (sebagaimana maklum''). Kemudian Rasulullah berkata, ''Itu adalah berita yang hak''. Lalu Rasulullah berkata lagi kepada Abdullah, ''Ajarkan azdan itu kepada bilal, sebab dialah pemilik suara yang sangat merdu diantara kalian''.
   Bilal pun mengumandangkan azdan dengan suara merdunya. Dia yang menjadi muazdin pertama dalam islam.
   Begitu pula ketika fathu makkah berkumpul di Baitullah, ketika berhala diroohkan, Rasulullah memerintahkan bilal untuk menaiki kakbah agar mengumandangkan adzan. Ketika adzan dikumandangkan, ribuan orang menoleh ke arah bilal dan mengikuti apa yang dikumandangkannya dengan khusuk.

Kekasih Rasulullah
   Rupanya Rasulullah begitu perhatian terhadap bilal. Dan perhatian Rasulullah ini kemudian berubah menjadi kasih sayang, kemudian diekpresikan dan ditampakkan dengan pemberian.
   Suatu hari Rasulullah memperoleh tiga tombak dari raja najasyi. Tiga tombak ini merupakan barang sangat berharga dan sangat antik yang dimiliki kerajaan habasyah. Kemudian Rasulullah memberkan tombak tersebut kepada Ali bin Abi Thalib Umar bin Khattab dan Bilal bin Rabah.
   Bilal menerima pemberian Rasulullah ini dengan suka cita. Tombak itu senantiasa dibawa oleh bilal sepanjang hidupnya, baik ketika shlat maupun bepergian.
   Bilal juga pernah mendapat berita gembira dari Rasulullah pada suatu pagi yang cerah, usai pelaksanaan shalat subuh, Rasulullah memanggil bilal, ''Hai bilal, beri tahu kepadaku, amalan apa yang paling engkau sukai sehingga amalan itu memiliki kemanfaatan bagi islam, sebab tadi malam aku mendengar suara terompahmu lewat didepanku ketika aku disurga?''. 
   Lalu bilal menjawab, ''Aku tidak melakukan suatu hal yang begitu bermanfaat bagi islam, melainkan aku bersesuci (berwudu) dengan sempurna setiap malam dan siang untuk shalat menghadap Allah dengan kesepurnaan bersesuci''.

Suaranya Membuat Shahabat Menangis
   Berita akan mangkatnya Rasulullah membuat goyah hati shahabat, termasuk bilal. Saat itu waktu shalat telah tiba, bilal memulai mengumandangkan azdan, saat dia hendak mengucapkan kalimat Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah lisan bilal bungkam tidak bisa mengucapkan. Ia teringat masa-masa ketika Rasulullah hidup. Tidak ada suara yang keluar dari lisannya bilal, ia terdiam.
    Para shahabat yang menyaksikan kejadian ini menangis. Semua teringat pada Nabi Muhammad SAW, mereka tertenggelam dalam laut kesedihan dan kerinduan.
   Beberapa hari kemudian bilal mencoa untuk adzan kembali. Namun ketika mengucapkan kalimat Asyhadu anna Muhammadr Rasulullah bilal tidak bisa mengucapkannya lagi. Ia menangis dan tangisannya diikuti oleh shahabat yang lain. Suara bilal tersebut mengingatkan para shahabat akan dilaksanakannya shalat berjama'ah bersama Nabi Muhammad SAW.
   Setelah itu bilal tidak mau mengumandangkan adzan lagi. Sebab ia tidak kuasa untuk melakukannya. Ia pun pindah dari kota makkah menuju Damaskus, Syam, berjihat di negeri itu melawan romawi. Bilal tidak pernah mengumandangkan lagi sehingga Abu Bakar wafat.

Baca Juga: Cerita Abu Hurairah (shahabat Nabi yang tidak pernah lupa)

   Umat islam begitu rindu akan suara bilalditengah-tengah mereka. Akhirnya sebagian shahabat memhon agar bilal sudi mengumandangkan suara merdunya (adzan) setelah beberapa tahun dia tidak pernah adzan.
   Pada masa khalifah Umar bilal dua kali mengumandangkan adzan. Pertama saat umar berkunjung ke Syam. Kedua saat bilal ziarah ke makam Rasulullah. Dikesempatan terakhir bilal bersedia untuk adzan karena permintaan para shahabat terutama permintaan al-Hasan dan al-Husain, atas desakan itu, bilal sudi mengumandangkan adzan lagi.
   Begitu lafal-lafal adzan mengemma dari lisan bilal, air mata para shahabat tumpah membanjiri pipi-pipi mereka. Suara bilal membangkitkan kerinduan shahabat kepada Rasulullah. Suasana haru mencapai puncaknya saat bilal mengucapkan Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah . Sebagian para shahabat bahkan bertanya, ''Apakah Rasulullah dibangkitkan kembali?''.

   Pengumandang seruan langit ini wafat di Syam dan dikuburkan di Darayya, dekat damaskus. Menjelang wafatnya Bilal bin Rabah berkata, ''Besok kita akan bersua dengan para kekasih, Muhammad dan para shahabatnya.

Kesimpulan
   Bilal mempunyai pendirian yang sangat kuat. Meski bahaya di depannya menghadang. Ia selalu mantap terhadap pilihannya. Ia tidak menghiraukan bahaya yang menimpanya, yang ada di hatinya hanyalah, Allah, Allah dan Allah.


   Kiranya cukup sampai di sini artikel kami yang berjudul Berhati Salju Bersuara Merdu. Semuga kita bisa mengambil manfaatnya, dan semuga kita termasuk orang-orang yang selalu diridho'i oleh Allah Subhanahu Wata'ala, terutama bagi pengarangnya. Amin Ya Robbal Alamin.


                                                                                                                   BULETIN sidogiri


Wednesday, 19 October 2016

Hukum Menggunakan Azimat (Jimat)

Sebagaimana maklum, eksistensi ilmu hikmah dalam khazanah Islam lahir berbarengan dengan islam itu sendiri, Hukum Menggunakan Azimat (Jimat) ada se abrek Hadist yang menjelaskan secara implisit mengenai urgensitas ilmu hikmah.
Demikian ini karena kompleksitas kehidupan terkadang memerlukan beragam jalan alternatif.

Kalau di crosscek dalam beberapa turats maka kita akan mendapati cerita-cerita tentang Rasulullah Saw yang mengamalkan ilmu hikmah tersebut. Di antaranya historisitas turunnya ayat muawwidzatain yang di baca Rasulullah Saw ketika beliau terkena sihir labid bin al-A'sham, yahudi, sebagaimana tersurat dalam lubabun-NuqulfI Asbabin-Nuzul I/238, karya jalaluddin as-suyuthi.
Hukum Menggunakan Azimat (Jimat)
Termasuk dalam frame ilmu hikmah adalah azimat yang sering digunakan oleh banyak kalangan sebagai mediator untuk meno;lak marabahaya. Sejatinya, penggunaan azimat sudah marak terjadi pada zaman pra islam (jahiliyah). Konon, masyarak arab jahiliyah seringkali mengalungkan manik-manik dileher anak-anak mereka sebagai langkah preventif atau mengusir pengaruh jahat. Inilah arti leksikal azimat sebenarnya. Pada tataran selanjutnya, kata azimat mengalami generalisasi makna yaitu segala sesuatu yang beraroma perlindungan. (Lihat Zainuddin Abdurrauf Al-Munawi, at-Taisir bi Syarhil-Jami' ash-Shaghir, 1/577).
   Kalau kita zoom ini sejarah kebudayaan islam, mulai perioda pertama sampai muataakhirin, maka kita akan menemukan segudang data original yang mengurai jelas dan lugas tentang praktek penggunaan azimat yang dilakukan oleh shahabat Nabi Muhammad SAW dan para para ulamaa salaf selanjutnya.

   Dalam Aht-Thibb an-Nabawi 1/165, Muhammad bin Ubai bin Ayyub ad-Dimasyqi, mengutip Hadis daari jalur Amr bin Syuaib:
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعلمهم من الفزع أعوذ بكلمات الله التامة من غضبه وعقابه وشر عباده ومن همزات 
 . الشياطين وأعوذ بك رب أن يحضرون
 Artinya: ''Bahwasanya Rasulullah mengerjakan do'a bangun tidur, Aku berlindung dengan kallimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya dari godaan  setan serta kedatangannya godaan''. (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud).
   Sehubungan dengan ini, Abdullah bin Umar mengerjakan do'a tersebut kepada putra-putranya yang sudah dewasa, sedangkan untuk yang masih kecil, beliau menulisnya kemudian mengalungkannya.
   Dalam kitabul Furu', buah pena syamsuddin Muhammad bin Muflih al-Maqdisi, diriwayatkan bahwa suatu ketika Abu Dawut melihat Ali bin Abdillah menggunakan kalung azimat. Menurut imam khalal, kalung azimat tersebut tidak dikenakan sesuai bala' yang menimpa Ali. Juga Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyah al-Harrani dalam al-kalim ath-Thayyibnya hal.52-53 menyatakan bahwa Abdullah bin Amr bin al-Ash pernah membuat azimat untuk putra-putranya.
   
   Namun demikian, ada segelintir orang yang memberedel statemen mengenai legalitas syariat dalam kebolehan menggunakan azimat, dengan mengacu pada Hadis berikut:
وقد روي عن علي بن ابي طالب وعبدالله ابن مسعود رضي الله عنهما, أن الرقى والتمائم والتولة شرك
   Artinya: ''Telah diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Abdullah bin Mas'ud bahwasanya susuk (ruqyah), azimat, dan pengasihan adalah perbuatab syirik''. (HR. Abu Dawud).
   Mengumintari Hadis ini, Imam ath-Thayyibi dalam kitab Faidhul-Qodir Syarh Jami' ash-Shaghir,II/434, mengatakan, bahwa maksud syirik pada Hadis diatas adalah jika si penguguna azimat menyakini bahwa aziat tersebut mengandung power yang mampu mengubah tahdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT, sebagaimana keyakinan yang telah terpatri dalam hati masyarakat arab jahiliyah kala itu.
   Terkait dengan ini, Al-Baihaqi  sebagaimana yang dikutip oleh An-Nawawi dalam al-majmu'nya VIIII/66 menambahkan, ketika si azimat tersebut berupa teks-teks suci dan si pengguna hanya sebatas tabaruk serta menyakini bahwa semuanya dari Allah SWT, maka sah-sah saja.     
   Namun perlu diperhatikan, tidak semua jenis azimat boleh kita gunakan. 
Ada beberapa standar syariat yang harus dipenuhi dalam azimat tersebut, yaitu:
   1. Harus membuat teks-teks ilahi, nama-nama Allah SWT dan do'a-do'a yan ma'stur dari Nabi Muhammad SAW, sebagaimana penjelasan dalam kitab Aunul-Ma'bud Syarh Sunan Abu Dawud, X/262, karya Imam Abu Thayyib al-Abadi.
   2. Menggunakan bahasa arab atau bahasa lainnya yang bisa dipahami maknanya. Hal ini diperlukan agar ada kejelasan dalam azimat tersebut. karena tidak tertutup kemungkinan tulisan yang tidak bisa dicerna maknanya justru mangandung aura sihir yang berujung kemusyrikan.
   3. Menyakini bahwawa azimat itu tidak memberikan efek apapun tanpa kehendak dan seizin Allah SWA dan hanya dibuat oleh mediator.
   Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah tidak membawa azimat yang berisi kalam yang suci ketempat-tempat kotor. Juga harus harus dijaga sebagaimana ditegaskan oleh Imam Malik dalam at-Thibyan fi Abadi Hamalatil-Qur'an, 172, karya Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi.

   Dengan demikian, hukum menggunakan azimat boleh-boleh saja, tidak perlu dipermasalahkan (no problem), asalkan sudah memenuhi ketentuan-ketentuan diatas. والله اعلم

Kiranya cukup sampai disini saja, semuga artikel ini dapat memberi manfaat terhadap pembacanya, terutama bagi penulisnya. Amin Ya Robbal Alamin

Monday, 17 October 2016

Keutamaan Surah Al-Waqi'ah Untuk Mendatangkan Rizqi

Barang siapa yang mendawamkan membaca surah al-Waqi'ah secara terus menerus dengan penuh kekhusu'an, maka ia tidak akan menganalami kefakiran selamanya. Dan apabila dibaca dalam suatu majlis selama 40 hari, maka mereka akan diberi kemudahan didalam hal mencari rizki.

   Telah diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW, bersabda: ''Barang siapa yang membaca surah al-Waqi'ah pada tiap malam, maka ia tidak mengalami kefakiran selamanya dan apa yang dicita-citakan akan lekas tercapai''.
Keutamaan Surah Al-Waqi'ah Untuk Mendatangkan Rizqi
Selanjutnya diberitahukan, bahwa sesudah membaca surah al-Waqi'ah hendaknya membaca do'a mustajabah sebanyak 3 kali.
 Adapun do'anya sebagaimana berikut:
اللهم اني اصبحت وامسيت وانااحب الخير واكره الشر, وسبحان الله ولااله الاالله والله اكبر ولا حول ولاقوة الا بالله العلى العظيم.
   Artinya: ''Wahai Allah, sesungguhnya akau bangun pagi dan menjelang sore dan aku senang terhadap bara-barang bagus dan benci pada barang jelik. Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada tuhan Selain Allah, Allah maha besar. Tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah yang maha tinggi lagi maha agung''. 

Baca Juga: Keutamaan Membaca al-Qur'an

   Kemudian setelah selesaai membaca do'a diatas, maka dilanjutkan dengan membaca dibawah ini sebanyak 3 kali:
اللهم اهدني بنورك لنورك فيما يردالي منك وفيما يصدر مني اليك وفيما يجري بيتي وبين خلقك. اللهم سخرلي رزقي واعصمني من الخرص والتعب في طلبه ومن شغل القلب وتعلق الهم به ومنالذل للخلق بسببه ومن التذكر والتدبر في تحصيله ومن الشخ والبخل بعد حصوله اللهم يسرلي رزقا حلالا وعجل لي به يانعم المجيب(تيكاكالي). اللهم انه ليس فى السموات ذراة ولافى البحار فطرات ولا فى الجبال مدرات ولا فى الشجر ورقات ولا فى الاجسام حركات ولاقى العيون لحظات ولا فى النفوس خطرات الا وهي بك عارفات ولك شاهدات وعليك دالات وفى الملكك سائحات ومتحيرات فبالقدرة التي سخرت بها اهل الارض والسموات سخرلي قلوب المخلوقات انك على كل شيئ قدير. اللهم ارحم فقري واجبر كسري واجعل لطفك في امري وسخرلي لسان صدق واجعله محل الفهم للخطاب والنطق بالصواب والعمل بالسنة والكتاب. اللهم ذكرني اذا نسيت وايقطني اذا غفلت واغفرلي اذا عصيت واقبلني اذا اطعت وارحمني انك على كل شيئ قدير. اللهم نور بكتابك بصري واشرح به صدري ويسربه امري واطلق به لساني وفرج به كربي ونور به قلبي واكرم به لبي بالحب والفهم وارزقنى القران والعلم والفهم ياقاضي الحجات اكرمني بانواع الخيرات فانه لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين.     
  
 Artinya: "Wahai Allah, tunjukkanlah aku dengan nur-Mu untuk nur-Mu dalam hal yang dikehendaki dari-Mu kepaku, dalam hal yang timbul dariku kepada-Mu dan dalam hal yang berjalan antara aku dan mahluk-Mu. Wahai Allah, kuasakanlah rizqi kepadaku, lindungilah aku dari sifat tamah, sukar mencari, kesibukan hati, prihatin, berangan-angan berfikir-fikir untuk mendapatkannya dan kikir setelah berhasil. Wahai Allah, mudahkanlah untuk ku rizqi yang halal dan lekaskanlah, wahai Zdat yang paling mengabulkan. Wahai Allah, sesungguhnya tidak ada biji-bijian di langit titik air laut dilaut tanah digunung, daun dipepohonan, gerak di badan, kedip dimata dan kata hati dihati melainkan melainkan semua itu Engkau mengatahui, Engkau sebagai saksi, menjadi bukti atas Mu, di kerajaan-Mu sebagai pelancong dan bingung, maka dengan kekuasaan-Mu yang Engkau tundukkan kepada ahli bumi tundukkanlah kepadaku hati semua makhluk, sesungguhnya Engkau Zdat yang maha kuasa atas segala sesuatu.
Wahai Allah, kasihanilah kefakiranku, tambahkanlah kekuaranganku, jadikanlah belas kasih-Mu dalam urusanku, ciptakanlah untukku lisan yang benar, jadkanlah kefahaman untuk menyampaikan dan berbicara dengan benar dan bertindak sesuai dengan sunnah dan kitab (al-Qur'an). Wahai Allah, ingatkanlah kami bila apabila kami sedang lupa, bangunkanlah jika kami lengah, ampunilah kami bila berbuat kema'siatan, terimalah baktiku, dan kasihinilah aku, sesungguhnya Engkau Zdat yang maha kuasa atas segala sesuatu.
Wahai Allah sinarilah kami dengan kitab-Mu (al-Qur'an), lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah lisanku, hilangkanlah kekuasaanku, sinarilah hatiku, muliakanlah isi hatiku dengan cinta dan faham/pengertian, berilah kami rizqi al-Qur'an , ilmu dan akal. Wahai Zdat yang maha mengabulkan segala hajat muliakanlah kami dengan bermacam-macam kebijakan. Sesungguhnya tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah yang maha tinggi lagi maha agung. Semuga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga dan para sahabat Beliau. Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam''.


Kesimpulan: Semua amalan dan juga do'a apabila tidak didasari dengan keyakinan maka hasilnya tidak maksimal, yakinlah bahwa amalan ini sangat manjur dan sangat mustajabah.

Semuga dengan adanya artikel kami yang berjudul Keutamaan Surah Al-Waqi'ah Untuk Mendatangkan Rizqi ini dapat memberi manfaat bagi kita semua dan semuga yang mengamalkannya cepat terkabulkan dan rizkinya selalu mengalir . Amin Ya Robbal Alamin.